Home » » Emangnya Kamu Aja Yang Punya Kakek?

Emangnya Kamu Aja Yang Punya Kakek?

Written By Direktur Iklan on Selasa, 01 Maret 2011 | 07.16

Keterangan :  diharuskan membaca artikel ini sampai selesai

Suatu ketika ada seorang penjual topi yang berjalan melintasi hutan. Cuaca saat itu sangat panas. Ia lalu memutuskan untuk beristirahat sejenak di bawah sebuah pohon besar. Sebelum merebahkan diri, ia lemetakkan keranjang berisi topi-topi dagangan di sampingnya. Beberapa jam ia terlelap dan terbangun oleh suara-suara rebut. Hal pertama yang disadarinya adalah bahwa semua topi dagangannya telah hilang. Kemudian ia mendengar suara monyet-monyet di atas pohon.

Ia mendongak ke atas. Betapa terkejutnya ia melihat pohon itu penuh dengan monyet. Dan, semua monyet itu mengenakan topi-topinya. Penjual topi itu terduduk dan berpikir keras bagaimana caranya ia bisa mendapatkan kembali topi-topi dagangannya yang sekarang sedang dibuat main-main oleh monyet-monyet itu.


Ia berpikir dan berpikir, dan mulai menggaruk-garukkan kepalanya. Lalu ia melihat monyet-monyet itu ternyata menirukan tingkah lakunya. Kemudian, ia melepas topinya dan mengipas-ngipaskan ke wajahnya. Dan monyet-monyet itupun melakukan hal yang sama.

Aha….! Ia pun mendapat ide. Kemudian ia membuang topinya ke tanah, dan monyet-monyet itu juga membuang topi-topi di tangan mereka ke tanah. Segera saja si penjual itu mengumpulkan dan mendapatkan kembali semua topi-topinya. Iapun melanjutkan perjalanan.

Lima puluh tahun kemudian, cucu dari penjual topi itu juga menjadi seorang penjual topi juga dan telah mendengar cerita tentang monyet-monyet itu dari kakeknya.

Suatu hari, persis seperti kakeknya, ia melintasi hutan yang sama. Udara sangat panas, ia beristirahat di bawah pohon yang sama dan meletakkan keranjang berisi topi-topi dagangannya di sampingnya. Sekali lagi, ketika terbanguan ia menyadari kalau monyet-monyet telah mengambil semua topi-topinya.

Ia pun teringat akan cerita kakeknya. Ia mulai menggaruk-garukkan kepala, dan monyet itu menirukannya. Ia melepas topinya dan mengipas-ngipaskan ke wajahnya, monyet-monyet itu masih menirukannya. Nah, sekarang ia merasa yakin akan ide kakeknya.

Kemudian ia melempar topinya ke tanah. Tapi kali ini ia terkejut, karena monyet-monyet itu tidak menirukannya dan tetap memegangi topi itu erat-erat. Kemudian, seekor monyet turun dari pohon, mengambil topi yang dilemparkan oleh cucu pedagang topi itu, lalu menepuk bahunya sambil berkata, “Emangnya kamu aja yang punya kakek?
Share this article :
 
Copyright © 2012. puteri widyasari - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by Blogger